Sabtu, 26 Maret 2011

Peserta Parkour Earth Hour 2011

Earth Hour adalah sebuah acara tahunan yang diadakan oleh Tabung Alam Sedunia WWF yang disambut pada hari Sabtu terakhir pada bulan Maret untuk mematikan lampu yang tidak digunakan dan peralatan elektrik yang tidak digunakan selama satu jam untuk membangkitkan kesadaran atas perubahan iklim. Earth Hour harus bersifat optimis dan mendorong kita untuk bisa melakukannya.
tahun 2011 ini kita akan mematikan lampu dalam selama satu jam pada tanggal 26 Maret 2011.


Banyak sekali peserta dari berbagai komunitas yang akan datang ke acara ini, mungkin tidak hanya organisasi saja, juga orang-orang yang ingin berpartisipasi dalam acara ini.


list komunitas parkour yang akan mengikuti acara EARTH HOUR 2011


1. Hendry Hilmawan (Sdh Ambil)
2. Daniel Giovani (Sdh Ambil)
3. Muhammad Fadli
4. Niki Fajar
5. Argam
6. Qori
7. Putra
8. Agnes Clarissa
9. Prabowo Sri Hayuningrat
10. Wiro
11. Ferdy
12. Trin
13. Dewi (Sdh Ambil)
14. Ika (Sdh Ambil)
15. Puji
16. Adit
17. Mamat (Sdh Ambil)
18. Seera (Oper ke Gerald)
19. Muqit
20. Arnold
21. Rori
22. Atra
23. Qiu (Sdh Ambil)
24. Rama (Sdh Ambil)
25. Vande (Sdh Ambil)
26. Syafrijal Latief
27. Nugo (Sdh Ambil)
28. Ivan (Sdh Ambil)
29. Ario
30. Hans
31. Kindy (Sdh Ambil)
32. Roni (Sdh Ambil)
33. Firaz (Sdh Ambil)
34. Taufan Sudewa (Sdh Ambil)
35. Tovan Maulana (Sdh Ambil)
36. Hadi Carlito (Sdh Ambil)
37. Firdaus (Sdh Ambil)
38. Bowo (Sdh Ambil)
39. Yudi (Sdh Ambil)
40. Fadhlan (Sdh Ambil)
41. Arief (Sdh Ambil)
42. Dara (Sdh Ambil)
43. Vitry A (Sdh Ambil)
44. Rizal Wawan (Sdh Ambil)
45. Agung Haryanto (Sdh Ambil)
46. Ina (Sdh Ambil)
47. Rega (Sdh Ambil)
48. Ryand Marcell (Sdh Ambil)
49. Gatot (Sdh Ambil)
50. Yudha (Sdh Ambil)
51. Akbar (oper ke Jun)
52. Noe
53. Majid
54. Bintang Pratama (Sdh Ambil)
55. Arie Dudulz (Sdh Ambil)
56. Sandi Hari Mukti (Sdh Ambil)
57. Maulana Haitami Hbm
58. Wisnu Prihatyo (Sdh Ambil)
59. Yukino Almira
60. Aldika Viallinata




Kamis, 15 April 2010

pembiakkan ikan cupang

Pendahuluan

Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan diatas dak rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.

Wadah Budidaya

Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil, ember, toples pun dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri khusus

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.

Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :
Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina :
Umur telah mencapai +- 4 bulan
Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.

Pemijahan dan perawatan ikan

Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah

melakukan pemijahan :
1. Persiapkan wadah/akuarium kecil dan bersih.
2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 10 - 30 Cm agar anakan mudah bernafas.
3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan
    oleh induk jantan.
7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.

Pembesaran anak

1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan
    media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.

Pasca Panen
Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.
Pendahuluan

Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan diatas dak rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.

Wadah Budidaya

Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil, ember, toples pun dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri khusus

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.

Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :
Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina :
Umur telah mencapai +- 4 bulan
Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.

Pemijahan dan perawatan ikan

Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :

1. Persiapkan wadah/akuarium kecil dan bersih.
2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 10 - 30 Cm agar anakan mudah
bernafas.
3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam
wadah pemijahan.
6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa
busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur
sampai menetas.

Pembesaran anak

1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning
telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk
lebih cepat tumbuh.

Pasca Panen
Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

berternak ikan cupang

Pendahuluan

Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan diatas dak rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium bahkan ember dan toples pun bisa. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan air yang tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.


Wadah Budidaya

Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil, ember, atau toples yang agak besar dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri khusus

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan ada yang menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.

Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :
Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina :

Umur telah mencapai +- 4 bulan
Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.

Pemijahan dan perawatan ikan

Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :

1. Persiapkan wadah /akuarium kecil dan bersih.
2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 10-30 Cm agar anakan mudah bernafas.
3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah
pemijahan.
6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.

Pembesaran anak

1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah
harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat
tumbuh.

Pasca Panen
Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

Kamis, 20 Agustus 2009

semesta aLam


semua yang ada didalam dunia kita hanya ALLAH yang memiliki

Guntur yang terkadang membuat hati kita bergetar setelah mendengarnya dengan di utamakan cahaya yang dipancarkan..

ternyata semua ini punya rahasia!?!?

dari sebuah buku dijelaskan bahwa suara guntur berasal dari lompatan kilat dari awan hitam yang satu ke yang lainnya selama sepersekian detik, seperti hal nya saat kita memotret seseorang pada malam hari dengan menggunakan cahaya flash!!?

jangan kan hanya mendengar, seseorang yang tersambar cahayadari Guntur (petir) akan mengalami nasib yang sial. Seperti mati, paling tidak koma.

Minggu, 05 Juli 2009



SEJARAH KAMERA

Pada tahun 1501-1576 seorang matematikawan asal Italia, Gerolomo Cardano, memperkenalkan sebuah piringan kaca yang posisinya ada didalam kameranya untuk menutupi sebuah lubang kecil. Piringan kaca itu dinamakan lensa. Kata lensa sendiri berasal dari kata bahasa Latin, lentil.Lensa muncul pertama kalinya pada untuk penggunaan kacamata. Pada prosesnya selama 300 tahun terus berkembang hingga muncul lensa untuk penggunaan pada teleskop dan mikroskop. Pada abad ke-17, orang-orang berpendapat bahwa tidak bisa sembarang lensa yang bisa digunakan pada camera obscura. Maka dibuatlah lensa convex yang berfungsi untuk menghasilkan gambar yang lebih jelas dan lebih tajam.Camera obscura merupakan nenek moyang dari kamera yang diciptakan pertama kali oleh seorang ilmuwan Irak yang bernama Hassan bin Hassan atau yang lebih dikenal sebagai Ibn Al Haytham seperti yang tercantum dalam bukunya “Book of Optics” pada tahun 1015-1021.
Sebelum tahun 1300, Roger Bacon dianggap sebagai penemu kamera oleh segelintir orang, tapi hal ini dibantah keras oleh ilmuwan dunia saat itu karena Roger Bacon menemukan teropong bintang untuk melihat gerhana matahari, bukan berarti beliau menjadi penemu kamera.Kemudian pada tahun 1660-an, seorang ilmuwan asal Inggris, Robert Hoyle bersama asistennya, Robert Hooke mengembangkan kamera ciptaan dari Ibn Al Haytam sehingga menjadi cikal bakal kamera sekarang ini.
Pada tahun 1660an ilmuwan Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hooke menemukan portable camera obscura. Kamera pertama yang cukup praktis dan cukup kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi ditemukan pertama kali oleh Johann Zahn pada tahun 1685 yang digunakan dengan menambahkan kotak yang bisa digeser dan terbuat dari kayu. nyaris lebih dari 150 tahun dari anggapan bahwa semua ini mungkin terjadi. Tempat fokus pertama kali pada kamera fotografi pertama Padahal sebelumnya sebuah kamera harus dimasukan sebuah plat sensitif di depan layarnya untuk melihat dan fungsinya untuk merekam gambar.

Jacques Daguerre membuat daguerreotype yang prosesnya menggunakan plat copper, kemudian William Fox Talbot juga menemukan proses calotype yang berfungsi untuk merekam obyek atau gambar ke kertas.
Pada tahun 1826, sebuah kotak kayu yang bisa digeser hasil bikinan Charles and Vincent Chevalier di Paris, dibuat sebagai kamera fotografi permanen oleh Joseph Nicéphore Niépce. Beliau membuatnya sebagai kamera fotografi permanen berdasarkan atas penemuan oleh Johann Heinrich Schultz di tahun 1724.
Tahun 1829, Niépce bekerjasama dengan Louis Jacques Mande Daguerre. Empat tahun kemudian Niépce pun wafat, tapi penelitian dan proyeknya terus berlanjut. Hasil dari perjuangan Daguerre seorang diri menghasilkan suatu proses mencetak gambar di kaca yang permanen dan tekniknya dinamakan daguerreotype. Teknik ini kemudian dijual kepada pemerintah Perancis pada tahun 1839. Teknik mencetak gambar ini menjadi tersebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Namun ada satu kelemahan dalam teknik ini, yaitu kita hanya bisa mencetak satu gambar saja.
Seorang berkewarganegaraan Inggris bernama William Fox Talbot menemukan teknik mencetak gambar yang bisa diperbanyak dengan menggunakan kertas film negatif. Namun demikian hasil cetakannya tidak sebagus daguerreotype, tapi kelebihannya dapat diperbanyak berapapun jumlahnya. Teknik ini dinamakan calotype dan ditemukan pada tahun 1844.
Setelah berkembangnya teknik daguerreotype dan calotype, maka muncul inovasi baru yang dikembangkan oleh Frederick Scott Archer pada tahun 1851. Teknik ini dapat mencetak foto lebih cepat. Hanya dalam waktu 3 detik!! Proses sederhananya begini, gambar dicetak pada saat plat film masih dalam keadaan basah. Teknik ini dinamakan collodion.
Richard Maddox menemukan gelatin, sebuah bahan yang bisa digunakan untuk mencetak foto untuk menggantikan piringan kaca fotografik pada tahun 1871. Ini merupakan awal dari proses produksi massal film. Teknik-teknik dalam fotografi berkembang pesat selama abad 20 hingga ditandai oleh beberapa event penting seperti dikembangkannya film berwarna (1907), dikembangkannya film berwarna berlapis yang disebut Kodachrome (1936) dan sangat berperannya jurnalisme foto saat pemberitaan di masa-masa Perang Dunia II.
Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan teknologi kamera semakin hari
berkembang semakin pesat. Fungsi dan kebutuhan penggunaanya pun semakin luas dirasakan oleh berbagai pihak.Kamera tidak hanya digunakan sekedar untuk menangkap objek yang berfungsi sebagai kenang-kenangan semata, tetapi juga digunakan untuk menangkap objek yang sedang bergerak. Sebut saja perkembangannya kemudian seperti kamera video, kamera mikro, kamera sensor dan lain sebagainya. Perkembangannya pun telah meliputi berbagai bidang, seperti pada bidang sinematografi, pendidikan, kedokteran, dan bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan pun tidak terlepas dari penggunaan teknologi kamera ini.

Sejarah Kamera

SEJARAH KAMERA

          Pada tahun 1501-1576 seorang matematikawan asal Italia, Gerolomo Cardano, memperkenalkan sebuah piringan kaca yang posisinya ada didalam kameranya untuk menutupi sebuah lubang kecil. Piringan kaca itu dinamakan lensa. Kata lensa sendiri berasal dari kata bahasa Latin, lentil.Lensa muncul pertama kalinya pada untuk penggunaan kacamata. Pada prosesnya selama 300 tahun terus berkembang hingga muncul lensa untuk penggunaan pada teleskop dan mikroskop. Pada abad ke-17, orang-orang berpendapat bahwa tidak bisa sembarang lensa yang bisa digunakan pada camera obscura. Maka dibuatlah lensa convex yang berfungsi untuk menghasilkan gambar yang lebih jelas dan lebih tajam.Camera obscura merupakan nenek moyang dari kamera yang diciptakan pertama kali oleh seorang ilmuwan Irak yang bernama Hassan bin Hassan atau yang lebih dikenal sebagai Ibn Al Haytham seperti yang tercantum dalam bukunya “Book of Optics” pada tahun 1015-1021.

           Sebelum tahun 1300, Roger Bacon dianggap sebagai penemu kamera oleh segelintir orang, tapi hal ini dibantah keras oleh ilmuwan dunia saat itu karena Roger Bacon menemukan teropong bintang untuk melihat gerhana matahari, bukan berarti beliau menjadi penemu kamera.Kemudian pada tahun 1660-an, seorang ilmuwan asal Inggris, Robert Hoyle bersama asistennya, Robert Hooke mengembangkan kamera ciptaan dari Ibn Al Haytam sehingga menjadi cikal bakal kamera sekarang ini.
Pada tahun 1660an ilmuwan Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hooke menemukan portable camera obscura. Kamera pertama yang cukup praktis dan cukup kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi ditemukan pertama kali oleh Johann Zahn pada tahun 1685 yang digunakan dengan menambahkan kotak yang bisa digeser dan terbuat dari kayu. nyaris lebih dari 150 tahun dari anggapan bahwa semua ini mungkin terjadi. Tempat fokus pertama kali pada kamera fotografi pertama Padahal sebelumnya sebuah kamera harus dimasukan sebuah plat sensitif di depan layarnya untuk melihat dan fungsinya untuk merekam gambar.

         Jacques Daguerre membuat daguerreotype yang prosesnya menggunakan plat copper, kemudian William Fox Talbot juga menemukan proses calotype yang berfungsi untuk merekam obyek atau gambar ke kertas.
Pada tahun 1826, sebuah kotak kayu yang bisa digeser hasil bikinan Charles and Vincent Chevalier di Paris, dibuat sebagai kamera fotografi permanen oleh Joseph Nicéphore Niépce. Beliau membuatnya sebagai kamera fotografi permanen berdasarkan atas penemuan oleh Johann Heinrich Schultz di tahun 1724.
Tahun 1829, Niépce bekerjasama dengan Louis Jacques Mande Daguerre. Empat tahun kemudian Niépce pun wafat, tapi penelitian dan proyeknya terus berlanjut. Hasil dari perjuangan Daguerre seorang diri menghasilkan suatu proses mencetak gambar di kaca yang permanen dan tekniknya dinamakan daguerreotype. Teknik ini kemudian dijual kepada pemerintah Perancis pada tahun 1839. Teknik mencetak gambar ini menjadi tersebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Namun ada satu kelemahan dalam teknik ini, yaitu kita hanya bisa mencetak satu gambar saja.
Seorang berkewarganegaraan Inggris bernama William Fox Talbot menemukan teknik mencetak gambar yang bisa diperbanyak dengan menggunakan kertas film negatif. Namun demikian hasil cetakannya tidak sebagus daguerreotype, tapi kelebihannya dapat diperbanyak berapapun jumlahnya. Teknik ini dinamakan calotype dan ditemukan pada tahun 1844.
Setelah berkembangnya teknik daguerreotype dan calotype, maka muncul inovasi baru yang dikembangkan oleh Frederick Scott Archer pada tahun 1851. Teknik ini dapat mencetak foto lebih cepat. Hanya dalam waktu 3 detik!! Proses sederhananya begini, gambar dicetak pada saat plat film masih dalam keadaan basah. Teknik ini dinamakan collodion.
Richard Maddox menemukan gelatin, sebuah bahan yang bisa digunakan untuk mencetak foto untuk menggantikan piringan kaca fotografik pada tahun 1871. Ini merupakan awal dari proses produksi massal film. Teknik-teknik dalam fotografi berkembang pesat selama abad 20 hingga ditandai oleh beberapa event penting seperti dikembangkannya film berwarna (1907), dikembangkannya film berwarna berlapis yang disebut Kodachrome (1936) dan sangat berperannya jurnalisme foto saat pemberitaan di masa-masa Perang Dunia II.
Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan teknologi kamera semakin hari

berkembang semakin pesat. Fungsi dan kebutuhan penggunaanya pun semakin luas dirasakan oleh berbagai pihak.Kamera tidak hanya digunakan sekedar untuk menangkap objek yang berfungsi sebagai kenang-kenangan semata, tetapi juga digunakan untuk menangkap objek yang sedang bergerak. Sebut saja perkembangannya kemudian seperti kamera video, kamera mikro, kamera sensor dan lain sebagainya. Perkembangannya pun telah meliputi berbagai bidang, seperti pada bidang sinematografi, pendidikan, kedokteran, dan bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan pun tidak terlepas dari penggunaan teknologi kamera ini.